Pembinaan kesenian dan kebudayaan merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga kelestarian tradisi di tingkat desa. Sebagai wujud komitmen tersebut, Pemerintah Desa bersama para pengurus adat dan tokoh masyarakat melaksanakan kegiatan pembinaan grup kesenian dan kebudayaan, khususnya pelatihan Sekhe Gong, yang resmi dimulai pada Kamis, 4 Desember 2025.
Kegiatan pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas para anggota Sekhe Gong, menumbuhkan minat generasi muda terhadap seni tradisi, melestarikan budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang, menciptakan regenerasi penabuh yang siap tampil dalam kegiatan adat dan upacara desa.
Pelatihan dimulai pada sore hari, bertempat di Balai Serba Guna Desa Batur Utara. Agenda latihan dibuka oleh perwakilan desa yang memberikan sambutan mengenai pentingnya menjaga seni gong sebagai identitas budaya.
Pelatih berasal dari seniman lokal yang sudah berpengalaman dalam dunia Seni Budaya. Mereka membimbing peserta melalui beberapa tahapan latihan, antara lain pengenalan alat gong dan teknik dasar menabuh, latihan pukulan dasar (tandak) dan tempo, penguasaan tabuh-tabuh tradisional, penguatan harmonisasi antar instrumen, latihan kekompakan dan kedisiplinan grup.
Suasana latihan berlangsung antusias. Para peserta, terutama anak-anak dan remaja, tampak sangat bersemangat mengikuti arahan pelatih.
Kegiatan pembinaan ini diharapkan memberikan manfaat nyata, seperti menjaga keberlangsungan kesenian tradisional di tengah perkembangan zaman, meningkatkan kualitas penampilan Sekhe Gong dalam kegiatan adat, upacara keagamaan, dan pentas seni, mempererat hubungan sosial antarwarga melalui latihan bersama, memberikan ruang belajar dan kreativitas bagi generasi muda.
Pelatihan ini akan dilakukan secara berkelanjutan dengan jadwal rutin setiap hari yang dimulai pada hari Kamis, 4 Desember 2025 sampai dengan Minggu, 21 Desember 2025
Dengan langkah ini, desa berharap dapat menjadi pusat kegiatan budaya yang aktif dan mampu mempertahankan identitas seni tradisionalnya.